<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sengonbuto.com</title>
	<atom:link href="http://sengonbuto.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sengonbuto.com</link>
	<description>mari menanam pohon</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 04:12:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Tanam Tanam Siram Siram</title>
		<link>http://sengonbuto.com/tanam-tanam-siram-siram/</link>
		<comments>http://sengonbuto.com/tanam-tanam-siram-siram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 04:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bacalah]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan Fals]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sengonbuto.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Iwan Fals
Tanam tanam tanam kita menanam
Tanam pohon kehidupan
Kita tanam masa depan
Tanam tanam tanam kita menanam
Jangan lupa disiram
Yang sudah kita tanam
Siram siram siram yo kita siram
Apa yang kita tanam
Ya mesti kita siram
Tanam tanam pohon kehidupan
Siram siram sirami dengan sayang
Tanam tanam tanam masa depan
Benalu benalu kita bersihkan
Biarkan anak cucu kita belajar dibawah pohon
Biarkan anak cucu kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh:<strong> Iwan Fals</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://musikgue.com/files/berita/1216958723iwan%20fals.gif" alt="" />Tanam tanam tanam kita menanam<br />
Tanam pohon kehidupan<br />
Kita tanam masa depan</p>
<p>Tanam tanam tanam kita menanam<br />
Jangan lupa disiram<br />
Yang sudah kita tanam</p>
<p>Siram siram siram yo kita siram<br />
Apa yang kita tanam<br />
Ya mesti kita siram</p>
<p>Tanam tanam pohon kehidupan<br />
Siram siram sirami dengan sayang<br />
Tanam tanam tanam masa depan<br />
Benalu benalu kita bersihkan</p>
<p>Biarkan anak cucu kita belajar dibawah pohon<br />
Biarkan anak cucu kita menghirup udara segar<br />
Biarkan mereka tumbuh bersama hijaunya daun<br />
Jangan biarkan mereka mati dimakan hama kehidupan</p>
<p>Tanam tanam tanam &#8230; siram<br />
Tanam tanam tanam &#8230; oi<br />
Tanam tanam tanam &#8230; siram<br />
Tanam tanam tanam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sengonbuto.com/tanam-tanam-siram-siram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jutawan Karena Sengon</title>
		<link>http://sengonbuto.com/jutawan-karena-sengon/</link>
		<comments>http://sengonbuto.com/jutawan-karena-sengon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 02:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bacalah]]></category>
		<category><![CDATA[Sengon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sengonbuto.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Jika harga cengkih tetap membaik dan pohon cengkih tak diterjang angin ribut, mereka mungkin tak pernah menjadi jutawan karena sengon.
Satu per satu pohon cengkih di lahan 11 ha itu tumbang di tangan Ikin Sodikin. Pekebun di Desa Banjaranyar, Kotamadya Banjar, Jawa Barat, itu geram ketika harga cengkih melorot tajam, cuma Rp1.600 per kg. Padahal, beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://img705.imageshack.us/img705/2146/918i.jpg" alt="" />Jika harga cengkih tetap membaik dan pohon cengkih tak diterjang angin ribut, mereka mungkin tak pernah menjadi jutawan karena sengon.</p>
<p>Satu per satu pohon cengkih di lahan 11 ha itu tumbang di tangan Ikin Sodikin. Pekebun di Desa Banjaranyar, Kotamadya Banjar, Jawa Barat, itu geram ketika harga cengkih melorot tajam, cuma Rp1.600 per kg. Padahal, beberapa bulan sebelumnya harga Syzygium aromaticum itu melambung hingga Rp10.100 per kg. Namun, sejak Badan Pemasaran dan Penyangga Cengkih (BPPC) mengatur tataniaga si bunga harum itu, harga cengkih anjlok.</p>
<p><span id="more-35"></span></p>
<p>Maka pada 1990 ia mengganti cengkih dengan sengon. Total populasi cuma 800 bibit per ha. Rendahnya populasi itu lantaran kondisi lahan curam. Di lahan datar, pekebun dapat menanam hingga 1.200 bibit. Ikin memilih Paraserianthes falcataria lantaran di Kabupaten Ciamis dan Kotamadya Banjar bermunculan industri penggergajian yang membutuhkan banyak kayu.<br />
Jutawan</p>
<p>Tujuh tahun berselang, Ikin membuktikan bahwa pilihannya tepat. Industri pengolahan kayu di Ciamis memborong sengon dengan harga Rp125.000 per m3. Panen perdana, pria kelahiran 11 Januari 1954 itu menuai 2.000 m3 dari total 5.500 pohon. Rata-rata tinggi pohon 17 m dan berdiameter 30-40 cm. Di tengah badai krisis moneter itu Ikin mengantongi Rp250-juta hasil penjualan perdana kayu sengon.</p>
<p>Menurut pria 54 tahun itu biaya investasi sengon relatif rendah. Sebagai gambaran, Ikin memperoleh benih secara gratis. Ikin hanya bermodal lahan 11 ha yang ia beli pada 1988 senilai total Rp22-juta. Harga tanah cuma Rp200 per m2 lantaran lokasinya di punggung bukit dan berkapur.</p>
<p>Sedangkan biaya perawatan cuma Rp1.000 per pohon per 6 tahun. Ikin hanya membersihkan gulma berupa sisik naga yang merambati pohon. Selebihnya, pohon tumbuh sendiri tanpa perawatan berarti. Artinya laba bersih Ikin Rp245-juta. &#8216;Makanya tanam sengon, asal rajin pada 2 tahun pertama kita digaji oleh alam. Apalagi harga jual sengon terus meningkat,&#8217; kata Ikin.</p>
<p>Ayah 4 anak itu memanfaatkan laba berkebun sengon untuk memperluas lahan hingga 30 ha. Lahan itu-11 ha di antaranya-ditanami sengon lagi pada 1998. Enam tahun kemudian, pada 2004 ia memanen kembali. Kakek 4 cucu itu menuai 400 pohon atau 200 m3 per ha. Total jenderal volume panen ke-2 mencapai 2.200 m3 dari lahan 11 ha. Dengan harga jual Rp320.000 per m3, ia mengantongi Rp704-juta. Panen berikutnya, pada 2005 dari sengon yang tersisa pada penanaman 1990. Dengan harga Rp370.000 per m3 Ikin mendapat tambahan pendapatan Rp11.100.000 dari 50 pohon yang menghasilkan 30 m3.</p>
<p>Pendapatan Ikin Sodikin kian melambung lantaran ia juga menjadi pengepul sengon. Ia menerima sengon-sengon hasil perkebunan rakyat untuk memasok 4 perusahaan. Total pasokannya 1.500 m3 sawntimber atau balok panjang berukuran 130 cm x 5,2 cm x 6 cm dan 600 m3 log alias gelondongan per bulan. Ikin mengutip laba bersih Rp50.000 per m3 sawntimber dan Rp20.000 per m3 log. Itu berarti laba bersih sebagai pengepul balok panjang mencapai Rp75-juta dari sawntimber dan Rp12-juta dari log setiap bulan. Cucuran keringat berkebun sengon juga tampak dari 6 truk dan 8 mobil keluarga.<br />
Meningkat</p>
<p>Nasib Mahrus Sholikhin mirip Ikin Sodikin. Pekebun di Gondosuli, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, itu menaruh harapan besar pada kayu anggota famili Fabaceae itu. Saat ini ia mengelola 3.600 pohon berumur 7 tahun. Dari jumlah itu 1.600 pohon di antaranya ditawar Rp250-juta oleh sebuah perusahaan perkayuan di Surabaya, Jawa Timur.</p>
<p>Mahrus menolak lantaran yakin harga kayu sengon pada Agustus 2008 bakal melonjak hingga Rp700.000; harga pada Juli 2008, Rp650.000 per m3. Yang pasti, ia memanen sengon-sengon itu pada Agustus 2008. Jika prediksi harga meroket itu benar, Mahrus meraup omzet Rp840-juta. Dengan harga saat ini, Rp650.000, ia bakal mengantongi Rp780-juta. Sebab, 3.600 pohon menghasilkan 1.200 m3. Pohon-pohon itu hasil penanaman di lahan 7 ha pada 2001.</p>
<p>Sebelumnya ayah 4 anak itu memanen sengon pada Juni 1996. Ketika itu pohon berumur 7 tahun dan berdiameter 20-40 cm. Dari 30 pohon yang ia panen, total volume kayu mencapai 5 m3. Volume panen itu memang relatif kecil, idealnya 10 m3. Dengan harga Rp100.000 per m3 total omzetnya Rp500.000.</p>
<p>Bukan hanya cerita manis yang dialami pekebun sengon seperti Mahrus. Berbagai hambatan juga dialami seperti saat panen pada April 2008. Dari 300 pohon berdiameter 20 cm ia menuai 27 m3. Idealnya pria 61 tahun itu menuai 100 m3. Rendahnya produksi itu lantaran perawatannya tak memadai. Mahrus seperti pekebun pada umumnya yang menganggap sengon dapat tumbuh sendiri tanpa perawatan berarti. Karena diameter batang kecil, pengepul hanya membeli Rp480.000 per m3 sehingga omzet Mahrus Rp11-juta.</p>
<p>Malahan pada 1994 sengon-sengonnya yang dipanen pada umur 5 tahun tak laku dijual. Sengon di lahan 2 ha ia habiskan untuk memperbaiki musola dan sekolahan yang rusak. Namun, kini ia dapat menikmati berkebun sengon. Mahrus semula menggantungkan hidup pada cengkih. Dari lahan 1,5 ha ia menuai rata-rata 6 ton cengkih per tahun. Pada 1990 angin puting beliung meluluhlantakkan ratusan pohon cengkih berumur 15 tahun.</p>
<p>Pekebun kelahiran 9 Februari 1954 itu menanam 2.000 bibit sengon di lahan bekas cengkih. Kebetulan saat itu-1991-pemerintah menggulirkan program sengonisasi. Laba berkebun sengon itulah yang ia manfaatkan untuk menyekolahkan ke-4 anaknya hingga meraih gelar sarjana. Jika pohon cengkih di lahannya dulu tak tumbang, boleh jadi Mahrus Sholikhin tak menjadi jutawan sengon. <strong>Oleh trubus (Sardi Duryatmo/Peliput: Nesia Artdiyasa &amp; Vina Fitriani)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sengonbuto.com/jutawan-karena-sengon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sengon Buto &amp; Sengon Merah</title>
		<link>http://sengonbuto.com/ucapan-terimakasih/</link>
		<comments>http://sengonbuto.com/ucapan-terimakasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 02:44:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bacalah]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Terimakasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sengonbuto.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengucapkan banyak terimakasih atas respon yang telah bapak dan ibu berikan baik terhadap bibit sengon maupun terhadap web ini, seluruh kritik dan sayaran yang anda berikan akan segera saya cantumkan di web ini.
Taklupa juga saya ucapkan terimkasih kepada para pelanggan yang telah bersedia merekomendasikan kepada rekan-rekan lainnya.
Selamat menikmati artikel yang kami rangkum dari berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://img85.imageshack.us/img85/4251/daunsengon.jpg" alt="" />Saya mengucapkan banyak terimakasih atas respon yang telah bapak dan ibu berikan baik terhadap bibit sengon maupun terhadap web ini, seluruh kritik dan sayaran yang anda berikan akan segera saya cantumkan di web ini.</p>
<p>Taklupa juga saya ucapkan terimkasih kepada para pelanggan yang telah bersedia merekomendasikan kepada rekan-rekan lainnya.</p>
<p>Selamat menikmati artikel yang kami rangkum dari berbagai sumber, smoga dapat menjadi informasi yang berguna untuk kita semua&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sengonbuto.com/ucapan-terimakasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hutan Sengon Rakyat Undang Investor Industri Kayu</title>
		<link>http://sengonbuto.com/hutan-sengon-rakyat-undang-investor-industri-kayu/</link>
		<comments>http://sengonbuto.com/hutan-sengon-rakyat-undang-investor-industri-kayu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 02:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bacalah]]></category>
		<category><![CDATA[hutan rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[hutan sengon]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Kayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sengonbuto.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Pengembangan hutan sengon rakyat di Kabupaten Lumajang yang di antaranya melalui Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) berhasil mengundang investor untuk menanamkan modalnya di industri venner dan kayu lapis.
Dengan produksi sengon yang tahun lalu mencapai 707.016 meter kubik, kata Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang, Indriati, di Lumajang, Jumat, daerah ini kini memiliki 45 industri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengembangan hutan sengon rakyat di Kabupaten Lumajang yang di antaranya melalui Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) berhasil mengundang investor untuk menanamkan modalnya di industri venner dan kayu lapis.</p>
<p>Dengan produksi sengon yang tahun lalu mencapai 707.016 meter kubik, kata Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang, Indriati, di Lumajang, Jumat, daerah ini kini memiliki 45 industri pengolahan kayu dengan lima di antaranya sudah mengekspor produk hasil olahannya ke pasar Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Kelima industri pengolahan kayu itu adalah PT Mustika Bahana Sejahtera, PT Darma Satya Nusantara, PT Galaksi Surya Panel Indo, PT Wana Cahaya Nugraha, dan PT Semeru Makmur Kayunusa.</p>
<p>Untuk lebih menarik investor industri pengolahan kayu, menurut dia, Pemda juga mengusulkan agar ijin usaha industri pemanfaatan hasil hutan kayu (IUIPHHK) dengan kapasitas 2.000 &#8211; 4.000 meter kubik per tahun dapat dipermudah dengan hanya mengurus di tingkat kabupaten saja, dari saat ini ditingkat provinsi.</p>
<p>Selain itu, Pemda kabupaten juga mengeluarkan aturan yang mewajibkan seluruh produksi bahan baku kayu di Lumajang diproses lebih dulu di daerah ini, sehingga industri pengolahan kayu tidak kesulitan memperoleh bahan baku dan terus berkembang. &#8220;Industri yang terus berkembang ini diharapkan dapat menyerap pertambahan tenaga kerja di Lumajang.&#8221;</p>
<p>Mengingat kebutuhan bahan baku kayu untuk industri setiap tahun mencapai 950.000 meter kubik dan kemampuan pasokan masih berada di kisarana 750.000 meter kubik, maka kekurangan pasokan kayu dapat didatangkan dari luar daerah.</p>
<p>Selain sengon, hutan rakyat di kabupaten Lumajang juga memasok kayu; rimba campuran 53.418 meter kubik, mahoni 8.516 meter kubik, jati 7.331 meter kubik, kembang 5.331 meter kubik, bendo 2.490 meter kuvik, nyampo 1.091 meter kubik, damar 1.011 meter kubik, dan sono 490 meter kubik.</p>
<p>Di samping hutan rakyat, Perum Perhutani di daerah ini juga memasok kayu sebanyak 9.019 eter kubik yang terdiri dari jati, damar, pinus, dan rimba campuran.</p>
<p>Sementara itu, industri pengolahan kayu yang memanfaatkan bahan baku kayu dari Lumajang, selain venner dan kayu lapis, adalah industri penggergajian, chop stick, dan bahan obat nyamuk.</p>
<p>Untuk menjaga pasokan kayu yang berkelanjutan, kata Indriati, Pemda menargetkan luas penanaman minimal 5.000 hektare per tahun atau sekitar 4 juta batang bibit dan penebangan tidak boleh melebihi 1.500 hektare atau 750.000 meterkubik.</p>
<p>Selain berbagai kebijakan itu, menurut dia, pasokan bibit untuk hutan rakyat ini juga berasal dari industri pengolahan kayu. &#8220;Mereka membagikan bibit secara gratis ke petani untuk di tanam dan hasilnya dibeli industri dengan harga pasar. Petani sendiri juga sudah memiliki kesadaran untuk menanam sengon dengan membeli bibit sendiri.&#8221;(*) (ANTARA News)</p>
<p><!-- google_ad_section_end --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sengonbuto.com/hutan-sengon-rakyat-undang-investor-industri-kayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Identifikasi benih sengon</title>
		<link>http://sengonbuto.com/identifikasi-benih-sengon/</link>
		<comments>http://sengonbuto.com/identifikasi-benih-sengon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 02:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bacalah]]></category>
		<category><![CDATA[Enterolobium cyclocarpum]]></category>
		<category><![CDATA[Sengon Buto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sengonbuto.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Sengon buto (Enterolobium cyclocarpum Griseb)
Sebaran tumbuh
Sebaran alami dari daerah tropis Amerika, terutama di bagian utara, tengah dan selatan Mexico. Jenis ini tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 m dpl dengan curah hujan 600 – 4800 mm/tahun. Tumbuh pada tanah berlapisan dalam, drainase baik. Toleran terhadap tanah berpasir dan asin tapi bukan pada tanah berlapisan dangkal. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Sengon buto (Enterolobium cyclocarpum Griseb)</h1>
<p><strong>Sebaran tumbuh</strong></p>
<p>Sebaran alami dari daerah tropis Amerika, terutama di bagian utara, tengah dan selatan Mexico. Jenis ini tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 m dpl dengan curah hujan 600 – 4800 mm/tahun. Tumbuh pada tanah berlapisan dalam, drainase baik. Toleran terhadap tanah berpasir dan asin tapi bukan pada tanah berlapisan dangkal. Tahan terhadap suhu dingin dan terpaan angin. Di Indonesia mulau di tanam pada tahun 1974 di kebun percobaan Pusat Penelitian hutan di Sumber Wringin dan RPH Sumber Wringin, Situbondo Jawa Timur dan berfungsi sebagai sumber benih.</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p><strong>Musim buah Agustus – September</strong></p>
<p><strong>Pengumpulan benih </strong></p>
<p>Buah sengon buto termasuk buah polong, dengan kulit keras. Bentuk polong melingkar dengan garis tengah 7 dan 5 cm sehingga pangkal buah dan ujungnya menempel. Benih masak ditandai dengan warna buah coklat tua dan berisi ± 13 benih.</p>
<p>Benih sengon buto berukuran panjang 1,1 – 2 cm dan garis<br />
tengah 0,8 – 1,3 cm dan agak gemuk, berwarna coklat tua<br />
dengan garis coklat muda ditengahnya. Dalam 1 kg terdapat<br />
900 – 1000 benih.</p>
<p><strong><br />
Ekstraksi benih </strong></p>
<p>Menjemur buah dibawah sinar matahari (ekstraksi kering). Untuk memisahkan benih dari bagian lain, dilakukan penampian.</p>
<p><strong>Penyimpanan benih </strong></p>
<p>Disimpan dalam wadah kaleng yang tertutup rapat selama 2,5 tahun.</p>
<p><strong>Perkecambahan </strong></p>
<p>Media tabur berupa campuran tanah dan pasir (1 : 1). Pada benih sengon buto ini perlu dilakukan perlakuan pendahuluan dengan cara mengikir kulit benih dekat titik umbuh dan direndam air dingin selama 24 jam, atau dengan cara merendam benih dalam larutan H2SO4 pekat selama 35 menit dan dicuci dengan air mengalir. Kecambah siap sapih setelah berumur 14 hari.</p>
<p><strong>Pembiakan Vegetatif </strong></p>
<p>Dapat diperbanyak secara vegetatif dengan cara stek dengan menggunakan media tanah campur serbuk gergaji (1 : 2), tanpa penambahan zat pengatur tumbuh.</p>
<p><strong>Pencegahan Hama dan Penyakit</strong></p>
<p>Serangan rayap pada pohon tua, dan serangan pada kulit batang tetapi belum terjadi serangan massal.</p>
<p><strong>Persemaian </strong></p>
<p>Media semai menggunakan tanah + TSP + pupuk kandang (8 : 1,5 gram : 1).  kuran kantong plastik yang baik untuk pembuatan bibit adalah 16 x 10 cm. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 3 bulan.</p>
<p><strong>Sumber : </strong><em>Atlas Benih Tanaman Hutan Indonesia, Balai Teknologi Perbenihan, Departemen Kehutanan R.I</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sengonbuto.com/identifikasi-benih-sengon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor Penghambat Pertumbuhan</title>
		<link>http://sengonbuto.com/faktor-penghambat-pertumbuhan/</link>
		<comments>http://sengonbuto.com/faktor-penghambat-pertumbuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 02:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bacalah]]></category>
		<category><![CDATA[Penghambat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sengonbuto.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Ketersediaan hutan sebagai penghasil kayu semakin berkurang, sehingga ketersediaan kayu-kayuan di pasaran sangat rendah. Pada umumnya petani menanam pohon dalam kebun campuran, terdiri dari berbagai macam pohon antara lain pohon buah-buahan, pohon penghasil rempah, pohon obat-obatan dan pohon penghasil timber. Menurut Roshetko et al. (2001) sekitar 20 % dari total populasi pohon per satuan luas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketersediaan hutan sebagai penghasil kayu semakin berkurang, sehingga ketersediaan kayu-kayuan di pasaran sangat rendah. Pada umumnya petani menanam pohon dalam kebun campuran, terdiri dari berbagai macam pohon antara lain pohon buah-buahan, pohon penghasil rempah, pohon obat-obatan dan pohon penghasil timber. Menurut Roshetko et al. (2001) sekitar 20 % dari total populasi pohon per satuan luas lahan ditanami dengan pohon penghasil timber dan sekitar 50 % nya adalah pohon sengon (Paraserianthes falcataria).<br />
Sengon merupakan pohon yang petumbuhannya cepat, sehingga masa tunggu panen cukup singkat. Namun pertumbuhan sengon terutama yang tumbuh di puncak bukit seringkali terhambat, apalagi kalau mengalami musim kemarau panjang. Hal ini diduga karena dangkalnya sistem perakaran pohon sengon.</p>
<p>Pada tanah masam perkembangan sistem perakaran tanaman sering kali dihambat oleh tingginya konsentrasi aluminium (Al) (Hairiah, 1992) dan rendahnya konsentrasi P di lapisan tanah bawah, serta adanya hambatan fisika tanah seperti tingginya berat isi (BI) tanah karena masukan bahan organik yang rendah. Aluminium dapat berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap perkembangan sistem perakaran tanaman. Pengaruh langsung Al adalah melalu penghambatan pembelahan sel pada ujungujung akar (Foy, 1988), sehingga fungsi akar dalam menyerap air dan hara menjadi terganggu. Tingkat meracun Al dalam larutan tanah berhubungan erat dengan tingginya konsentrasi Al-inorganik monomerik yang terdiri dari <strong>Al3+</strong>, <strong>Al(OH)2+</strong>, <strong>Al(OH)2<br />
+</strong>, <strong>Al(SO4)</strong> (Blamey et al., 1983).</p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p>Pengaruh tidak langsung Al terhadap perkembangan akar tanaman adalah melalui pengaruhnya terhadap pengikatan P . Ion Al pada tanah masam akan mengikat P menjadi bentuk Al(H2PO4)3 yang sukar larut sehingga menjadi kurang tersedia bagi tanaman. Dengan demikian penanganan masalah keracunan Al dalam tanah sulit untuk dipisahkan dari masalah kekahatan P (Hairiah, 1992). Faktor penghambat pertumbuhan akar tanaman yang lain adalah kepadatan tanah di lapisan bawah yang tinggi, biasanya diukur dari tingginya berat isi tanah (g cm-3). Pada umumnya berat isi tanah semakin meningkat dengan meningkatnya kedalaman tanah, seiring dengan semakin rendahnya kandungan bahan organik tanah, aktivitas perakaran, biota, dan kandungan liat tanah (Lal dan Greenland, 1979). Rusell (1977) melaporkan bahwa BI maksimum pada tanah liat sebesar 1.45 g cm-3 dan untuk tanah pasir sebesar 1,75 g cm-3 masih memungkinkan akar tanaman untuk tumbuh.</p>
<p>Diagnosa penghambat pertumbuhan akar tanaman di lapangan ternyata tidak mudah dilakukan, karena masing-masing faktor penghambat dapat saling berinteraksi atau berinteraksi dengan faktor luar lainnya. Untuk memperbaiki strategi pengelolaan lahan pertanian, ketrampilan kita dalam memahami dan mendiagnosa faktor penghambat pertumbuhan akar tanaman di lapangan masih perlu ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penghambat pertumbuhan akar sengon pada Ultisol, di Lampung Utara.</p>
<p><strong>BAHAN DAN METODA</strong><br />
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga November, 2001, di lahan milik petani Desa Karang Sakti dan Desa Karang Rejo, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara.</p>
<p><strong>Kondisi Umum</strong><br />
Desa Karang Sakti dan Desa Karang Rejo Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara, terletak pada posisi 4o32’ LS dan 104o56’ BT. Lahan berada pada landform yang datar sampai bergelombang dengan kemiringan antara 0-10%. Tanah dikategorikan ordo Ultisol (Prayogo, 2001). Temperatur maksimum 31.3oC di bulan Januari sampai 33.1oC di bulan Oktober, dan temperatur minimum berkisar antara 20.5oC di bulan Agustus dan 22.4oC di bulan Januari. Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2529 mm. Dari data yang dikumpulkan 48 tahun terakhir, curah hujan tahunan terendah 1510 mm dan tertinggi 3385 mm (Hairiah et al., 2002).</p>
<p>Penelitian ini diawali dengan mewawancarai petani pemilik lahan sengon, untuk memperoleh beberapa informasi yang berkaitan dengan pengelolaan dan permasalahan sengon yang dihadapi.<br />
Secara umum petani di daerah ini merupakan petani transmigran dari pulau Jawa. Kedua desa lokasi penelitian dibuka sebagai desa transmigrasi (Resettlement) pada tahun 1980-an. Lahan selanjutnya ditanami ketela pohon atau jagung, kemudian berubah menjadi lahan tebu karena masuknya program TR (Tebu Rakyat) di wilayah ini. Masalah utama yang dihadapi oleh petani di daerah ini adalah rendahnya kesuburan tanah dan adanya gulma alang-alang.<br />
Pengolahan tanah hanya dilakukan pada awal tanam pohon sengon, sekitar 5 tahun yang lalu. Hasil wawancara singkat dengan petani antara lain adalah pada musim kering banyak pohon sengon yang mati dengan berbagai gejala yang mereka temukan, misalnya pohon sengon terlihat kering dengan ciri daun sengon habis dan pada kulit batang pohon tumbuh seperti jamur berwarna kecoklatan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sengonbuto.com/faktor-penghambat-pertumbuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jual bibit sengon merah atau sengon buto</title>
		<link>http://sengonbuto.com/jual-bibit-sengon-merah-atau-sengon-buto/</link>
		<comments>http://sengonbuto.com/jual-bibit-sengon-merah-atau-sengon-buto/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 02:20:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bacalah]]></category>
		<category><![CDATA[Jual bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Sengon Buto]]></category>
		<category><![CDATA[sengon merah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sengonbuto.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Kami menjual Sengon buto atau sengon merah, yang merupakan hasil tanam sendiri di halaman rumah juga di kebun dan berasal dari biji pilihan . Harga per batang akan disesuaikan dengan tinggi atau diameter, jumlah pesanan dan tujuan atau ongkos kirim.
Selain bibit sengon buto kami juga dapat menyediakan kayu /  pohon/ hutan sengon merah (bersertifikat) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami menjual Sengon buto atau sengon merah, yang merupakan hasil tanam sendiri di halaman rumah juga di kebun dan berasal dari biji pilihan . Harga per batang akan disesuaikan dengan tinggi atau diameter, jumlah pesanan dan tujuan atau ongkos kirim.</p>
<p>Selain bibit sengon buto kami juga dapat menyediakan kayu /  pohon/ hutan sengon merah (bersertifikat) yang langsung di ambil dari Tasikmalaya.</p>
<p>Untuk penampilan fisual Bibit, kayu atau hutan sengon silahkan lihat foto-foto koleksi kami, atau dapat mengunjungi kami di alamat / telp <a title="alamat saya" href="http://sengonbuto.com/tentang-kami/">KLIK</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sengonbuto.com/jual-bibit-sengon-merah-atau-sengon-buto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SENGON BUTO Enterolobium cyclocarpum  (Jacq.) Griseb</title>
		<link>http://sengonbuto.com/sengon-buto-enterolobium-cyclocarpum-jacq-griseb/</link>
		<comments>http://sengonbuto.com/sengon-buto-enterolobium-cyclocarpum-jacq-griseb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 06:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bacalah]]></category>
		<category><![CDATA[Sengon Buto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sengonbuto.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Nama umum



Indonesia:
Sengon buto


Inggris:
monkey soap, ear fruit, ear pod, orejoni



Klasifikasi







Kingdom
: Plantae  (tumbuhan)


Subkingdom
: Tracheobionta   (berpembuluh)


Superdivisio
: Spermatophyta   (menghasilkan biji)


Divisio
: Magnoliophyta   (berbunga)


Kelas
: Magnoliopsida   (berkeping dua / dikotil)


Sub-kelas
: Rosidae


Ordo
: Fabales


Familia
: Fabaceae (suku polong-polongan)


Genus
: Enterolobium


Spesies
: Enterolobium cyclocarpum (Jacq.) Griseb.



]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nama umum</strong></p>
<table class="txtm" border="0" cellspacing="2" cellpadding="1" width="98%" align="right">
<tbody>
<tr>
<td width="15%" valign="top">Indonesia:</td>
<td valign="top">Sengon buto</td>
</tr>
<tr>
<td width="15%" align="right" valign="top">Inggris:</td>
<td valign="top">monkey soap, ear fruit, ear pod, orejoni</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Klasifikasi</strong></p>
<table class="txtm" border="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>Kingdom</td>
<td>: Plantae  (tumbuhan)</td>
</tr>
<tr>
<td>Subkingdom</td>
<td>: Tracheobionta   (berpembuluh)</td>
</tr>
<tr>
<td>Superdivisio</td>
<td>: Spermatophyta   (menghasilkan biji)</td>
</tr>
<tr>
<td>Divisio</td>
<td>: Magnoliophyta   (berbunga)</td>
</tr>
<tr>
<td>Kelas</td>
<td>: Magnoliopsida   (berkeping dua / dikotil)</td>
</tr>
<tr>
<td>Sub-kelas</td>
<td>: Rosidae</td>
</tr>
<tr>
<td>Ordo</td>
<td>: Fabales</td>
</tr>
<tr>
<td>Familia</td>
<td>: <a href="http://www.plantamor.com/spcindex.php?spcnm=Fabaceae">Fabaceae</a> (suku polong-polongan)</td>
</tr>
<tr>
<td>Genus</td>
<td>: <em>Enterolobium</em></td>
</tr>
<tr>
<td>Spesies</td>
<td>: <em>Enterolobium cyclocarpum</em> (Jacq.) Griseb.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sengonbuto.com/sengon-buto-enterolobium-cyclocarpum-jacq-griseb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
